Hari ini, Sabtu 6 September 2014. Ya, aku ingin bercerita apa yang terjadi hari ini. Mungkin cerita ini bisa aku baca kembali suatu saat bila aku lupa.
Pada pagi itu tidak seperti biasa, aku mampu dengan sigap untuk bangun ketika mendengar suara berisik dari bapak yang mengeluarkan sepeda motor untuk mencari keberadaan adik. Hm, singkat cerita bahwa adik masih belum pulang pagi itu entah dia tidur dimana aku kurang tahu. Dengan begitu aku bisa melaksanakan sholat malam disedikit waktu yg tersisa sebelum waktu subuh. Kemudian seperti biasa aku sekeluarga pergi ke masjid Muhajirin untuk menunaikan sholat subuh. Setelah sholat subuh saya menguatkan diri untuk tidak tidur kembali, alih-alih aku pergi ke kamar tidur dengan niat untuk 'nebleki' nyamuk tapi kok malah selonjoran dan ya bisa diketahui, aku tertidur. Hehe
Padahal tugas rumah seubruk masih belum dikerjakan, nyuci baju, nyuci piring, nyapu dan masak.yah.. Sangat kecewa dengan kemalasanku itu. ketika bangun semuanya sudah selesai dikerjakan oleh ibu, wow. Sosok pahlawan super ever, bagaimana tidak.. Beliau punya kewajiban untuk mengajar jam 7 dan seharusnya tidak terlambat dan semua pekerjaan yang menumpuk itu sudah selesai tepat sebelum jam 7. Sebagai anak seharusnya aku meringankan bebannya dirumah, tapi malah menambah bebannya.. Maaf :'(
Rasanya hati ini hancur karena melihat beliau dengan kerja keras menyelesaikan semua pekerjaan rumah itu sendiri, capek pasti iya. Saat itu aku mengutuk diri sendiri sebagai anak yang kurang balas budi. Tapi apa yg terjadi, beliau tersenyum melihatku dan seolah-olah beliau tidak merasakan capek dan dengan senang berangkat kesekolah untuk mengajar. Ku tertawa tapi aku tak mengerti apa yang sedang aku tertawakan, yah mungkin sedang menertawakan diri sendiri. Menertawakan diri sendiri yang kurang peka akan lingkungan, menyadari keikhlasan sosok pekerja keras yang tak pernah mengeluh dan tak pernah marah karena tingkahku. Sosok yang penuh maaf, dialah IBU….
Padahal tugas rumah seubruk masih belum dikerjakan, nyuci baju, nyuci piring, nyapu dan masak.yah.. Sangat kecewa dengan kemalasanku itu. ketika bangun semuanya sudah selesai dikerjakan oleh ibu, wow. Sosok pahlawan super ever, bagaimana tidak.. Beliau punya kewajiban untuk mengajar jam 7 dan seharusnya tidak terlambat dan semua pekerjaan yang menumpuk itu sudah selesai tepat sebelum jam 7. Sebagai anak seharusnya aku meringankan bebannya dirumah, tapi malah menambah bebannya.. Maaf :'(
Rasanya hati ini hancur karena melihat beliau dengan kerja keras menyelesaikan semua pekerjaan rumah itu sendiri, capek pasti iya. Saat itu aku mengutuk diri sendiri sebagai anak yang kurang balas budi. Tapi apa yg terjadi, beliau tersenyum melihatku dan seolah-olah beliau tidak merasakan capek dan dengan senang berangkat kesekolah untuk mengajar. Ku tertawa tapi aku tak mengerti apa yang sedang aku tertawakan, yah mungkin sedang menertawakan diri sendiri. Menertawakan diri sendiri yang kurang peka akan lingkungan, menyadari keikhlasan sosok pekerja keras yang tak pernah mengeluh dan tak pernah marah karena tingkahku. Sosok yang penuh maaf, dialah IBU….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar